BUDAYA DESA TALANG ALAI

 BUDAYA DESA TALANG ALAI

Narasumber: Pak Waliman dan Pak Masdian

KESENIAN DESA TALANG ALAI

Desa Talang Alai memiliki berbagai budaya dan kesenian salah satunya adalah kesenian Kuda Kepang atau dalam bahasa Jawa disebut Jaranan. Kuda Kepang atau Jaranan adalah kesenian tari tradisional yang dimainkan oleh para penari dengan menaiki kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu. Selain kaya akan nilai seni dan budaya, tarian ini juga sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritual. Di Desa Talang Alai terdapat Sanggar Kesenian yang diberi nama  Kuda Kepang  Sidodadi yang didirikan oleh Mbah Pi’I dan Pak Waliman pada tahun 2000 dan disahkan oleh pemerintah desa pada bulan Juni tahun 2000. Pentas Kuda Kepang ini biasanya dimainkan di acara Nikahan, Sunatan, Tabot, dan 17 Agustusan. Sebagai contohnya pada tahun  2007 Walikota Bengkulu menggunakan Pentas Kuda Kepeang saat kampanye dilaksanakan. Berdasarkan informasi dari narasumber, banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum Pentas Kuda Kepang ini dilaksanakan baik dari latihan, perlengkapan acara dan kesiapan pemain.

Di Desa Talang Alai Sanggar Kuda Kepang sudah tidak aktif sejak 6 tahun lalu, dikarenakan fasilitas yang tersedia kurang memadai untuk latihan maupun melakukan Pentas terutama fasilitas alat musik pengiring Kuda Kepang yang terbilang cukup mahal seperti Gong, Kenong, Gendang, Saron, dan Debung.  Meskipun sanggar sudah tidak aktif lagi tetapi kesenian ini masih tetap berlangsung disalah satu rumah pendiri sanggar, tetapi tentu dengan keterbatasan alat yang seadanya. Kesenian ini tentu memiliki nilai budaya yang sangat tinggi  bagi desa, maka dari itu perlu dukungan dari berbagai pihak mulai dari penggiat kesenian, para pemuda, warga desa serta pemerintahan desa yang harus bisa bekerja sama agar kesenian ini bisa dilestarikan kembali.

Selain kesenian Kuda Kepang juga terdapat kesenian dari warga Desa Talang Alai yaitu Sekujang. Sekujang adalah kesenian asli masyarakat Serawai di Kabupaten Seluma yang juga dilestarikan di Desa Talang Alai. Sekujang merupakan arak-arakan warga dengan menggunakan pakaian menyeramkan yang disebut Sekura, biasanya orang yang menjadi Sekura dibalut menggunakan ijuk disemua bagian badan serta menggunakan topeng mengerikan sehingga menyerupai hantu. Orang- orang yang menjadi Sekura ini akan diarak mengelilingi dusun dan datang kemasing-masing rumah warga yang dilewati. Tradisi Sekujang dilakukan sebagai upaya mendoakan ‘Jemo Putus’, Jemo Putus adalah orang yang meninggal tanpa memiliki keturunan, termasuk arwah-arwah gentayangan yang meninggal tak wajar atau mayatnya yang sampai saat ini tidak ditemukan. Kesenian ini rutin dilaksanakan oleh warga Desa Talang Alai pada malam pertama dibulan Syawal atau malam pertama hari lebaran.

Postingan populer dari blog ini

KONDISI WILAYAH DESA TALANG ALAI

KONDISI PEMERINTAHAN DESA TALANG ALAI

SEJARAH BATU TUNGKU TIGA